elegi pagi ini

5 Desember 2017.

ada banyak draft di blog ini yang belum aku posting. hanya menjadi draft.
tapi rasanya kali ini aku benar-benar ingin bercerita.
sekarang hampir pukul 10 pagi, satu jam sejak jam check in kerja. tapi rasanya benar-benar malas sekali. ini bukan sesuatu yang aku inginkan dalam hidup. berjuang untuk sesuatu yang bukan siap-siapa.
ya, bayangkan saja, siapa pemilik perusahaan ini? bukan aku, buka keluargaku. lalu kenapa aku harus berjuang dan bekerja disini? apa karena zona aman? gaji perbulan. atau karena memang ketakutanku sendiri yang tidak mau memulai hal baru dan menerobos stigma.
aku senang berencana namun sampai sekarang hanya menjadi wacana.
jujur, aku jenuh. jenuh dengang diriku sendiri atau dengan semua hal di sekelilingku.
mungkin juga karena kurang bersyukur.
ampun.
seorang kawan pernah bercerita, katanya aku punya semacam "free spirit" semacam jiwa kebebasan,
ya, aku akui aku memang ada kecenderungan menikmati kebebasan, namun sampai saat ini aku masih mengikatnya, belum terbang bebas, aku masih dalam sangkar, lalu kapan aku akan keluar?
rasa jenuh ini makin kuat sekitar 1,5 tahun terakhir, namun sayangnya hanya menjadi batin saja. belum ada eksekusi.
harus bagaimana?
saat aku melangkah keluar, ada ketakutan berbagai resiko yang mungkin akan menghadang.
aku merasa tidak punya modal.
rasa malas masih mengikat kuat, memaksa aku untuk duduk dan menikmati saja.
kalau seperti ini terus apa esensinya hidup?
terikat monoton.
masa iya harus seperti lirik bondan yang lahir bekerja lalu mati? masa tak mau jadi cerita?
ah, berasa ada 2 orang dalam otakku sekarang, satu berkata lakukan sekarang, satu berkata duduk dulu sebentar.
what should I do?
rencana, wacana, ditabrak stigma.
aku muak.
25 tahun dan masih mau dikerjain.
dan masih lemah dalam menuntut berjuang.

Komentar